Disuasana yang baru lagi, di lingkungan yang berbeda lagi, aku kembali menjalani hidupku. Di bangku kelas 3 ini, aku akhirnya mengenal anak-anak nakal yang hobinya tidak mau belajar. Siang itu, aku pertama kali masuk ke kelas. Bu guru pun menjelaskan kepada seisi kelas bahwasanya terdapat murid baru yaitu aku. "Anak-anak.. kita kedatangan teman baru yaa namanya ilham.." sambil berkata, bu guru memberikanku sebuah kode untuk menyuruhku maju kedepan dan memperkenalkan diri. Lalu, aku pun maju dengan polosnya. "Nama saya muhammad ilham, rumah saya di tanah lapang (nama daerahku), saya baru pindah kesini kemaren sore bu.." ,kataku dengan lugunya. "Yasudah.. kalian semua berteman baik ya, jangan ada yang brantem-brantem", kata ibu guru kepada kami semua. "Iyaa buu..", sahut kami. Oh iya, aku pindah ketika kenaikan kelas 3. Sama halnya, tak ada yg spesial kala itu. Namun, disuatu sore yang lumayan menyengat. Aku dijemput oleh tukang becak jemputa...
Aku telah mengenal rasa suka pada umur ku yang waktu itu masih sangat muda. Disaat anak-anak lain masih belajar perkalian dan pembagian, aku malah asik mencuri-curi pandang. Ketika aku kelas 1 sd, itulah kali pertamaku menyukai seorang perempuan. Namanya ika. Tak banyak hal yang aku ketahui tentangnya, hanya saja ia selalu tersenyum dan itu membuat semua orang bahagia melihatnya. Aku ingat sekali, dia memakai tas keroppi berwarna hijau, satu-satunya hal yang ku ingat selain senyumnya. Berjarak 1 bangku disebelahnya, tak menutup kemungkinan kalo aku akan mengenal baik dia. Ia duduk dengan Inge teman baiknya, sementara aku duduk bersama Sandi, anak culun yang selalu dibully oleh teman sekelasku. Meskipun begitu, aku selalu berteman baik dengannya. 2 semester berlalu, kini aku naik ke kelas 2. Dengan perasaan yang begitu lugu, perpisahan kelas dengan ika tak begitu jadi hal yang perlu ku urusi. Lewat begitu saja. Di kelas yang baru, aku bertemu teman baru dan suasana baru pula. Dikelas y...