Disuasana yang baru lagi, di lingkungan yang berbeda lagi, aku kembali menjalani hidupku. Di bangku kelas 3 ini, aku akhirnya mengenal anak-anak nakal yang hobinya tidak mau belajar. Siang itu, aku pertama kali masuk ke kelas. Bu guru pun menjelaskan kepada seisi kelas bahwasanya terdapat murid baru yaitu aku.
"Anak-anak.. kita kedatangan teman baru yaa namanya ilham.."
sambil berkata, bu guru memberikanku sebuah kode untuk menyuruhku maju kedepan dan memperkenalkan diri. Lalu, aku pun maju dengan polosnya.
"Nama saya muhammad ilham, rumah saya di tanah lapang (nama daerahku), saya baru pindah kesini kemaren sore bu.." ,kataku dengan lugunya.
"Yasudah.. kalian semua berteman baik ya, jangan ada yang brantem-brantem", kata ibu guru kepada kami semua.
"Iyaa buu..", sahut kami.
Oh iya, aku pindah ketika kenaikan kelas 3. Sama halnya, tak ada yg spesial kala itu. Namun, disuatu sore yang lumayan menyengat. Aku dijemput oleh tukang becak jemputanku yang bernama mang Usman. Tetapi, saat itu aku tidak sendirian. Mang usman membawa seorang wanita cantik yang tidak aku ketahui namanya.
"Ham ini mamang kan bawa si helen, yang rumahnya dikantor pos, kalian duduk bedua kalo sempit dikit gapapa ya? ", kata mang Usman.
"Iyaudah mang gapapa", jawabku.
Selama diperjalanan aku hanya menikmati goesan becak mang usman. Sampai akhirnya, helen menegurku.
"Hmmm.. nama kamu siapa?" tanyanya.
"Nama saya ilham, nama kamu siapa?", kataku.
"Nama aku helen, aku kelas 3B", jawabnya.
"Ooh kalo aku kelas 3A", kataku.
Setelah mengobrol, aku merasa tidak enak melihat helen duduk kesempitan, sehingga aku turun dari tempat dudukku dan pindah turun kebawah.
"Eh ngapain duduk disitu, nanti kotor", tegurnya.
"Ngga, gapapa kok len, biar ngga sempit aja hehe", jawabku.
Semenjak hari itu, aku menyukai Helen. Akan tetapi, tak lama setelah itu. Aku mendengar kabar bahwa Helen pindah rumah, yaa.. kali ini bukan aku yang meninggalkan. Karena masih belum mengerti apa-apa, aku pun tak memikirkan hal tersebut, lagi dan lagi. Hingga akhirnya aku naik ke kelas 4, dan mengenal teman baru lagi seperti biasanya. 1 semester berlalu, ku kira aku tak akan mengenal cinta, ternyata tidak. Aku berteman baik dengan seisi kelasku sehingga aku mengenal baik sosok sekretaris kelasku yang selalu berfikir positif, namanya Ayu. Ayu adalah anak yang rajin dengan rambut kriting yang selalu ia ikat. Ia selalu menuliskan ke papan tulis, apabila ada yang bu guru suruh catat. Tak banyak aku mengenal sosok ayu, hanya saja sifat rajinnya membuatku kagum dengan dia. Namun, perasaan itu hanya berlangsung selama 1 semester, lagi-lagi aku harus pindah rumah. Ya memang benar kata orang, di dunia ini ga ada yang abadi, termasuk perasaan kitapun begitu.
Comments
Post a Comment